07 Mar 2026

Menata Kecemasan dan Solusinya : Kajian Ceramah Ramadhan 1447 H, Bersama Prof. Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S.Si.

Banda Aceh (6 Maret 2026) – Fakultas Hukum USK menyelenggarakan Kajian rutin Ceramah Ramadhan selama bulan Ramadhan, menghadirkan penceramah Prof. Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S.Si., yang dipandu oleh Bapak Enzus Tinianus, S.H., M. H. hari Jumat, 6 Maret 2026. Ceramah dilaksanakan di Aula Lantai II Fakultas Hukum USK. Kegiatan ini mengusung tema “Menata Kecemasan dan Solusinya”, berfokus pada upaya memahami sekaligus mengelola rasa cemas dalam perspektif keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FH USK, Prof. Dr. Ilyas, S.H., M.Hum., dan turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Efendi, S.H., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Syamsul Bahri, S.H.I., M.A. Kehadiran para pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan menegaskan komitmen FH USK dalam menjadikan Ramadhan sebagai momentum penguatan karakter, spiritualitas, dan kesehatan mental sivitas akademika.

Dalam ceramahnya, Prof. Ilham Maulana menjelaskan bahwa kecemasan dan rasa takut merupakan bagian dari fitrah manusia yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun dapat dan harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas dan kualitas hidup sehari-hari. Beliau menekankan bahwa salah satu kunci penting dalam menghadapi kecemasan adalah kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa bersama hamba-Nya dalam setiap keadaan. Keyakinan ini, menurut beliau, akan melahirkan rasa tenang dan keteguhan hati dalam menyikapi berbagai persoalan, baik yang bersifat pribadi, akademik, maupun sosial.

Prof. Ilham juga mengurai bahwa secara umum terdapat dua sumber utama kecemasan dalam diri manusia. Pertama, kesedihan dan penyesalan yang bersumber dari peristiwa atau pengalaman di masa lalu. Kedua, kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal yang belum terjadi di masa depan. Keduanya, jika tidak ditempatkan secara proporsional, dapat menjebak seseorang dalam lingkaran pikiran negatif yang menguras energi, melemahkan fokus, dan mengganggu ibadah, termasuk pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan.

Dalam paparannya, beliau mengangkat sejumlah kisah dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan generasi awal umat Islam yang menunjukkan bagaimana rasa takut dan kecemasan dihadapi dengan landasan iman yang kokoh, doa yang konsisten, dan tawakal yang tulus. Kisah-kisah tersebut menggambarkan bahwa kegelisahan bukan hanya dapat dihadapi, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas kedekatan seseorang kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, Prof. Ilham mendorong sivitas akademika FH USK untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum muhasabah diri, memperbaiki cara pandang terhadap ujian hidup, serta menguatkan kebiasaan zikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an sebagai bagian dari strategi spiritual dalam mengelola kecemasan. Dengan kombinasi ikhtiar lahiriah dan batiniah, diharapkan seluruh peserta ceramah mampu menata hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan keimanan semakin kokoh.kabtrenggalek.

Di akhir sesi, hadirin diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait pengalaman kecemasan yang sering muncul di lingkungan kampus maupun kehidupan pribadi. Antusiasme hadirin kajian ceramah, terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan, mulai terhadap konsep penghambaan kepada Allah semata, bagaimana penerapan konsep iman, sabar dan tawakal dapat membantu seorang muslim menghadapi seperti ketidakpastian ekonomi di masa sulit, pengembangan, karir, dampak dari berbagai fenomena sosial hingga cara menyeimbangkan ikhtiar profesional dengan kepasrahan kepada ketentuan Allah SWT.

Menutup ceramahnya, Prof. Ilham menyampaikan pesan bahwa menata atau mengelola kecemasan menuntut keseimbangan antara usaha dan tawakal. “Kecemasan tidak selalu bisa hilang, tetapi bisa diarahkan. Saat hati yakin bahwa Allah selalu bersama kita, rasa takut berubah menjadi kekuatan untuk melangkah,” ujarnya. Melalui kegiatan Kajian Ceramah Ramadhan ini, Fakultas Hukum USK berharap seluruh sivitas akademika tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang cara mengelola kecemasan, tetapi juga terdorong untuk menjadikan nilai-nilai spiritual Ramadhan sebagai fondasi dalam membangun ketenangan batin, etos kerja yang sehat, serta lingkungan akademik yang saling mendukung dan menenteramkan (tim website FH USK).