FH USK Gelar Peukan Pengabdian, Ajak Siswa SMAN 1 Lhoknga Jaga Lingkungan dan Cegah Bullying
Dalam rangka memperingati Milad Universitas Syiah Kuala (USK) ke-65, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) melaksanakan kegiatan Peukan Pengabdian kepada Masyarakat di sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 26 September 2026 tersebut dilaksanakan di 10 sekolah. Pada Sabtu (26/9/2026), kegiatan pengabdian memasuki hari keenam dan dipusatkan di SMAN 1 Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.
Pengabdian kepada masyarakat di SMAN 1 Lhoknga dilaksanakan oleh dua tim dengan tema yang berbeda. Tim pertama mengangkat tema “Stop Bullying dan Kekerasan di Sekolah”, yang diketuai Saifuddin, S.H., M.A., dengan anggota Prof. Dr. Ilyas Yunus, S.H., M.Hum., Dr. Ida Keumala Jeumpa, S.H., M.H., Dr. Nursiti, S.H., M.Hum., dan Roslaini Ramli, S.H., M.H.
Sementara itu, Tim Kedua mengusung tema “Lingkungan Kita, Tanggung Jawab Kita. Khalifah Muda: Jaga Alam, Jaga Amanah”, dengan ketua Dr. Suhaimi, S.H., M.Hum., dan anggota Andri Kurniawan, S.H., M.H.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama para siswa.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Lhoknga, Zikriah, S.Pd., M.Pd., didampingi para ketua tim yang mewakili Dekan Fakultas Hukum USK. Kegiatan turut diikuti seluruh anggota kedua tim serta sejumlah dewan guru SMAN 1 Lhoknga.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Suhaimi mengajak para siswa untuk terlibat aktif dalam menjaga alam dan lingkungan.
“Khalifah muda ikut serta menjaga alam dan menjaga lingkungan. Menjaga lingkungan adalah amanah dan merupakan kewajiban manusia sebagai khalifah, termasuk siswa SMA selaku khalifah muda,” ujar Suhaimi.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan hal yang mendesak dan harus dimulai dari diri sendiri.
“Menjaga alam adalah suatu hal yang mendesak dan harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk membangun kepedulian lingkungan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tutup Suhaimi.
Sementara itu, Andri Kurniawan mengingatkan para siswa agar bijak dalam memanfaatkan alam dan lingkungan sebagai nikmat dari Allah SWT.
Ia menekankan bahwa tindakan manusia saat ini tidak boleh menghilangkan hak orang lain maupun generasi yang akan datang untuk mendapatkan lingkungan yang baik.
“Selalu bijak dalam menggunakan nikmat Allah SWT berupa alam dan lingkungannya. Apa yang kita lakukan hari ini jangan sampai merampas hak orang lain dan generasi berikutnya,” pesannya.
Andri juga mengajak para siswa membiasakan diri melakukan tindakan sederhana yang berdampak positif terhadap lingkungan.
“Hindari perilaku yang merusak, rawat yang sudah baik, dan biasakan berbuat baik secara nyata.”
Ia menyebut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa, seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air dan energi, menjaga tanaman, serta mencegah berbagai tindakan yang dapat merusak lingkungan.
“Hak dan kewajiban berjalan bersama: menikmati lingkungan yang bersih sekaligus ikut menjaganya,” pungkas Andri.
Melalui kegiatan tersebut, FH USK tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pencegahan bullying dan kekerasan di sekolah, tetapi juga mendorong generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta memahami tanggung jawab mereka sebagai bagian dari masyarakat.